Minggu, 22 Februari 2015

My Bromance

Tak perlu menggunakan kata-kata untuk memberi tahu seseorang kalau kita mencintainya rttr Rasanya takkan pernah bosan menonton film ini. Kisah cinta unik, menarik sekaligus mengharukan. Itu bukti kalau cinta emang bisa datang pada siapa saja. Tak pernah terpikir sebelumnya kalau cinta kaum pelangi juga bisa datang pada saudara. Yah, walaupun Cuma saudar tiri. Film-film Thailand penuh kejutan. Salah satu negara yang emang cukup berani meampilkan film-film berbau pelangi. Sedikit review, film ini berkisah tentang kisah cinta antara Golf dan Bank, adik tirinya. Awalnya sang ayah mengenalkan calon ibu baru kepada Golf, dan ternyata sang calon ibu juga memiliki anak manis bernama Bank. Golf sebenarnya gak suka sama Bank karena dianggap masuk ke kehidupan keluarganya. Berbagai perlakuan buruk ia lakukan kepada Bank. Tak hanya di rumah, di sekolahpun demikian, apalagi ketika mereka duduk sebangku. Tetapi, ada benarnya pepatah jawa, witing tresno jalaran soko kulino. Cinta bisa datang karena kebersamaan. Apalagi melihat sikap Bank yang selalu manis dan perhatian dengan sang kakak. Akhirnya luluh juga hati Golf. Ia menyadari kalau ia ternyata juga mencintai sang adik. Konflik muncul setelah sang tante mengetahui hubungan mereka. Karena itulah sang ayah akhirnya memindahkan Golf ke luar negeri. Namun ternyata cinta tak memandang jarak dan waktu. Setelah kembali ke Thailand, ternyata rasa cintanya terhadap sang adik masih tetap ada. Hingga tragedy memilukan harus terjadi. Ia dan sang adik mengalami kecelakaan saat mereka bertengkar. Bank mengalami luka yang parah yang dapat menghilangkan nyawanya. ginjalnya mengalami rusak berat dan mengakibatkan tubuhnya tak berfungsi dengan baik. Ia membutuhkan transplantasi ginjal. Karena kecintaannya kepada sang adik, Golf merelakan ginjalnya diberikan kepada Bank. Walau banyak yang menentang. Akhirnya cinta memang unik dan tak disangka. Kalian pasti tau bagaimana endingnya kan? [bagi yang udah pernah liat], heee. Dan kusarnakan buat liat film ini buat kalian yang belum liat. Ini film reomended banget buat kalian yang suka dengan film pelangi yang berbau romantic dan anak muda. Walau sebenernya Thailand udah banyak bikin film bertema beginian, tapi gak akan nyesel deh liat nih film. Happy Watching, guys..

Minggu, 15 Februari 2015

Hari itu [katanya] valentine

Cinta adalah energy yang tak dapat diciptakan, juga mustahil untuk dimusnahkan
[Bryce Courtney]
images
14 Februari. Mereka menyebutnya hari kasih sayang. Segala pernak-pernik berbau romantisme tumaph ruah di berbagai sudut kehidupan. Boneka, mawar, coklat, hadiah. Seperti kemarin. Puluhan, bahkan mungkin ratusan orang yang menginjakkan kaki di planet bernama bumi merayakannya, terlebih anak muda. Hari itu seperti hari keramat bagi mereka. haram hukumnya bila tak dirayakan, apalagi yang memiliki pujaan hati. Saling bertukar hadiah. Saling mengutarakan kata cinta bahkan asyik masyuk memadu kasih berdua. Namun benarkan itu kasih sayang sebenarnya? Dan haruskah di tanggal 14 Februari?
Bagiku, kasih sayang tak terbatas. Seperti juga kesabaran yang tak terbatas. Hanya manusialah yang kadang memberi batasan pada cinta, pada sabar. Kasih sayang dan cinta adalah symbol kebebasan. Bukankan hak siapa saja untuk mencinta? Jika cinta hanya di ‘rayakan’ pada 14 Februari saja, bukankan itu justru memasung kebebasan cinta itu sendiri? Bukankah ia harusnya bebas dikeluarkan kapan saja? Berarti tak salah dong, kalau dikeluarkan saat valentine? [kata mereka] penganut faham valentineisme. haaaa
Hmmm, omong-omong valentineisme ada cerita menarik saat valentine kemarin. Kebetulan 14 Februari bertepatan dengan SatNight. Berarti waktunya apel. Tapi sayangnya, satnight kemaren justru dihadiahi hujan sama Yang Kuasa. Jadi acara ape rada terganggu. Itu juga yang dialami salah satu sahabat. Alih-alih peergi kencan dengan sang kekasih, justru malah pertengkaran yang didapat. Kebetulan hujan memang cukup lebat ditempat sahabatku, jadi agak males juga untuk keluar rumah. Tapi tak begitu halnya dengan sang kekasih. Ia justru menuntut untuk pergi kencan. Katanya ‘hujan justru ujian buat cintamu sama aku. Kalau kamu berani sama ujan berarti kamu emang bener-bener cinta sama aku’.. hmmm, bikin pusing bukan? Haruskah perjuangan cinta dilakukan dengan cara begitu, menerobos lebatnya hujan hanya buat ketemu belahan hati? Padahal besok, lusa masih bisa bertemu dan bahkan bisa lebih lama untuk saling memadu cinta. Mungkin ‘kesakralan’ valentine day lah yang membuat bertemu dengan sang kekasih berasa wajib.
Karena itulah aku tak pernah percaya dengan yang namanya valentine day. Bagiku valentine berlangsung setiap saat, setiap hari. Kapanpun dan dimanapun. Bukankah makna valentine adalah memberi cinta dan kasih sayang? Jadi tak salah kan kalau cinta kita berikan setiap waktu? Bukankah justru itu yang membuat cinta lebih kokoh? Karena, tak perlu menggunakan kata-kata untuk memberitahukan seseorang kalau kita mencintainya [My Bromance].

Selasa, 10 Februari 2015

this rainbow

Setelah sekian lama hanya terpatri dalam khayalan, kini mulai kuberanikan untuk out fo the box. Belajar menulis. Menuliskan cerita, ide dan pikiranku dalam blog ini. Entah apa yang akan orang lihat, katakan, bahkan lakukan, bagiku ini kebebasanku. Aku berhak mengeluarkan ideku bukan?
Sebagai awal jumpa, kuperkenalkan diriku. Anggap saja namaku rainbow [tak perlu protes ya, :)]. Blog ini kubuat sebagai catatan pribadiku, entah apa yang akan kutuliskan kelak, apapun yang ingin kutuliskan dan kubagikan. Kenapa semua isi blog ini berkaitan dengan pelangi, karena aku menyukainya, pelangi buatku adalah kebebasan. ia hanya akan muncul setelah hujan. Perpaduan unik dari hujan dan sinar mentari. dan satu alasan lagi, karena aku juga "Pelangi".